»»

...

Kelayakan 3.200 Ton Beras Bulog Biak Diperiksa

Biak - DPRD bersama jajaran dinas terkait di Kabupaten Biak Numfor, Papua, menyepakati pasokan 3.200 ton beras Badan Urusan Logistik (Bulog) dari Pare-Pare, Sulawesi Selatan ke Bulog Sub Divisi Regional Biak yang kualitasnya jelek akan diperiksa kelayakannya.

Wakil Ketua II DPRD Biak Jan Dantje Kbarek SE di Biak, Minggu, mengakui, berdasarkan hasil rapat kerja DPRD bersama instansi terkait dan Kapolres Biak, Sabtu 27 Februari 2010 telah sepakat beras pengiriman dari Bulog Pare-Pare ke Kabupaten Biak Numfor untuk dibongkar masuk gudang Bulog Biak, tetapi tidak boleh diedarkan ke masyarakat.

"Tim karantina bersama badan pengawasan obat makanan akan melakukan pengujian dan pemeriksaan terhadap mutu beras yang bergumpal kehitaman dan bewarna kecoklatan, apakah memenuhi kelayakan bisa dikonsumsi atau tidak," kata Waket II Dantje Kbarek.

Ia menjelaskan, pihak DPRD berencana akan membentuk panitia khusus untuk mengecek langsung pengiriman 3.200 ton beras dari Bulog Pare-Pare ke Kabupaten Biak Numfor.

Dari panitia khusus ini, lanjut Kbarek, diharapkan dapat mengungkap tuntas mekanisme pengadaan beras hingga pada penyaluran beras hingga ke Perum Bulog Sub Divisi Regional Biak.

"DPRD ingin mengetahui secara langsung tata cara pengadaan dan penyaluran beras Bulog ke daerah, ya dewan juga berencana akan ke Jakarta menemui dirut perum Bulog menindaklanjuti temuan hasil inspeksi mendadak terhadap kualitas beras Bulog Biak," ungkap politisi PDIP Dantje Kbarek.

Ia berharap, setelah dilakukan verifikasi kepada dirut Bulog di Jakarta dan kepala wilayah Bulog di Sulawesi Sulawesi Selatan diharapkan ke depan pengiriman jatah beras Bulog ke Kabupaten Biak Numfor tidak lagi mengalami kasus serupa.

Beras yang dikonsumsi masyarakat Biak maupun jatah PNS dan TNI/Polri, menurut Kbarek, harus memenuhi kelayakan sehingga dapat menambah energi sebagai bahan makanan sehari-hari masyarakat.

"Jangan sampai beras dikirim ke Biak telah melewati batas edar berakibat warnanya kecoklatan dan berbau sehingga tak layak dimakan, ya ini perkiraan sementara dewan," ujarnya. (M039/28/02/2010) [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!