»»

...

Peringatan Tsunami Untuk Indonesia Dicabut

Jakarta - Peringatan tsunami untuk Indonesia, pasca gempa di Chile berkekuatan 8,8 Skala Richter telah dicabut.
Pusat Peringatan Tsunami Kawasan Pasifik (PTWC) dalam pengumuman terbarunya Minggu , menyatakan beberapa daerah atau negara yang semula diperkirakan berisiko tsunami pasca gempa Chile, kini dinyatakan aman.

Peringatan tsunami dicabut diantaranya untuk wilayah Chili, Peru, Ekuador, Colombia, Antartika, Panama, Costa Rika, Nikaragua, Pitcairn, Honduras, El Salvador, Guatemala, Polynesia, Meksiko, Selandia Baru , Samoa, Fiji, Australia, Hawaii, Papua Nugini, Indonesia, Filipina, dan Taiwan.

Namun, untuk Rusia dan Jepang, peringatan dini tsunami masih berlaku, sampai ada pengumuman terbaru.

PTWC menyebutkan, tinggi gelombang tsunami yang berpotensi melanda Jepang dan Rusia tak bisa diperkirakan. Gelombang tsunami yang pertama muncul bukan berarti yang terbesar.Sebelumnya, dinyatakan kemungkinan terjadi gelombang tsunami kecil di Indonesia, tepatnya di Papua.

Gempa dahsyat berkekuatan 8,8 skala Richter (SR) mengguncang Chile sekitar pukul 13.34 Waktu Indonesia Barat (WIB).

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS)mengumumkan gempa berpusat di 35,826 lintang selatan dan 72,669 bujur barat, atau 317 km barat daya Ibukota Chile, Santiago. Gempa ini di kedalaman 59,4 kilometer di lepas pantai Maule, Chile.

Gempa ini diduga berakibat parah di Kota Concepcion, kota kedua terbesar di Chile. Concepcion hanya berjarak 115 kilometer dari pusat gempa di kedalaman 59 kilometer.

Korban tewas akibat gempa bumi di Chile Sabtu waktu setempat terus bertambah. Hingga Minggu dinihari, 28 Februari 2010, jumlah korban yang tewas mencapai sedikitnya 214 jiwa.

Demikian diungkapkan Menteri Dalam Negeri Edmundo Perez Yoma. Para pejabat juga mengungkapkan bahwa gempa bumi berkekuatan 8,8 pada Skala Richter yang dirasakan di Chile bagian tengah itu juga merusak sedikitnya 1,5 juta unit rumah.

Itulah sebabnya Presiden Michelle Bachelet mencanangkan negara berada dalam "status bencana." Namun, pemerintahnya belum mengajukan permintaan bantuan dari negara-negara lain. [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!