»»

...

Biak Bakal Miliki Sekolah Unggulan

Biak - Kabupaten Biak Numfor dalam tahun ini sedang giat mempersiapkan sekolah unggulan. Salah satu sekolah yang sedang difokuskan dalam persiapan tersebut yaitu SMA Negeri 1.

Kepala dinas pendidikan dan olahraga (Kadispora) Drs.Hengky J Rumkabu mengatakan persiapan awal saat ini yaitu menambah jumlah tenaga pengajar dari jenjang S2 bahkan S3.

Selain itu ia juga katakan bahwa persyaratan masuk sekolah unggulan ini di antaranya adalah memiliki intelejensia (IQ) antara 120 hingga 140, lulus tes bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi dan psikotes. Sekolah ini akan beroperasi akhir Maret dengan 5 kelas.
“Kami tahun ini fokuskan untuk satu sekolah dengan persiapkan SDM nya dulu, dan akhir bulan ini sudah bisa dicoba dengan lima kelas“, kata Hengky J Rumkabu kepada Bintang Papua di Biak, Senin (1/3).

Menurutnya sekolah unggulan yang dimaksudkan agar mendidik anak-anak berprestasi yang ada didaerah ini. Dan merupakan suatu terobosan dalam dunia pendidikan untuk mencetak SDM Papua yang cerdas, handal, beriman serta bertakwa. Dengan pendirian sekolah unggulan diharapkan semua anak yang berbakat dalam mata pelajaran tertentu dapat disatukan sehingga terjadi kompetisi sesama siswa dalam meraih prestasi.

Sementara itu koordinator pengawas dinas Pendidikan, Marthinus Wandosa mengatakan selama ini proses penjaringan anak berbakat yang dilakukan Pemprov Papua melalui program pendidikan Yohanes Surya Institut di Tanggerang sangat terbatas jumlah yang akan direkrut.
Padahal prestasi sejumlah siswa di berbagai sekolah di Papua banyak yang memenuhi syarat untuk mengikuti pendidikan di Yohanes Surya Institut. Sehingga diharapkan program pendidikan sekolah unggulan akan mendapat dukungan pemprov Papua hingga kabupaten dan kota.

Menanggapi adanya sekolah unggulan didaerah itu, pemerhati pendidikan dari yayasan Rumsram, Isak Matarihi mengatakan sekolah yang dimaksudkan harus menjadi figur memberi contoh bagi sekolah lain dan menularkan keunggulannya. “Yang penting adalah sebagai proyek percontohan dan manfaatnya bagi sekolah lain“, kata Isak Matarihi.
Pemerhati pendidikan itu juga katakan aspek intelejensi bagi anak didik bukanlah syarat utama. Yang penting kata dia, anak didik bisa menyeimbangkan intelejensi dengan emosional. Karena ke depan bukan orang yang pintar yang dibutuhkan, namun justru mereka yang bisa menyeimbangkan kemampuan intelejen dengan emosinya. [Opin Tanati/Bintang Papua]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!