»»


Perolehan Suara Sementara Pilkada Kabupaten Supiori 2020: Nomor urut 1 Obeth Rumabar - Daud Marisan : 2.312 (12,9%) ●●● Nomor urut 2 Ruth Naomi Rumkabu - Piet Pariaribo: 3.646 (25,1%) ●●● Nomor urut 3 Jacobus Kawer - Salomo Rumbekwan : 1.189 (8,2%) ●●● Nomor urut 4 Ronny Gustaf Mamoribo - Albert : 2.856 (19,7%) ●●● Nomor urut 5 Yan Imbab - Nichodemus Ronsumbre : 4.507 (31,1%) || Update: 04:31wit / 11 Des 2020

Pejuang Biak Diusulkan Sebagai Pahlawan Nasional

Dinas Kesejahteraan Sosial Kabupaten Biak Numfor, Papua telah mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk merealisasikan pejuang Johanes Abraham Dimara sebagai Pahlawan Nasional Kemerdekaan RI. Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial Biak, Felix Rumbewas S.Sos,MM di Biak, Minggu, mengakui, semua berkas serta catatan sejarah pejuang Johanes Abraham Dimara telah diserahkan kepada pemerintah pusat untuk diproses pengajuan yang pahlawan nasional asal "kota karang" ini.

"Kita harapkan proses pejuang JA Dimara menjadi pahlawan nasional dapat terwujud pada tahun 2009 sehingga menjadi catatan sejarah yang sangat berharga bagi masyarakat Papua khususnya Biak dan bangsa Indonesia umumnya," ungkap Felix Rumbewas.

Ia mengakui, dari catatan sejarah pejuang Johanes Abraham Dimara telah dilakukannya sejak sebelum Indonesia merebut kemerdekaan hingga peran sertanya dalam perjuangan pembebasan Irian Barat 1963.

Atas karya jasa dan pengabdian pejuang Johanes Abraham Dimara, lanjutnya, maka pemerintah telah menganugerahkan beberapa penghargaan lencana kemerdekaan RI di Istana Merdeka Jakarta pada Mei 1999.

Penghargaan lain, berupa satya lencana gerakan operasi militer III dari Menteri Pertahanan RI Djuanda pada 22 Januari 1958 serta piagam satya lencana peristiwa perang kemerdekaan satu dan dua tahun 1958.

Bahkan, pada tahun 1962 pejuang Dimara juga mendapatkan satya lencana Satya Dharma dari Wakil Panglima Bidang Pertahanan/Keamanan Jenderal TNI Abdul Haris Nasution serta Satya Bhakti tahun 1963 dari Menhan Djuanda.

Sedangkan piagam penghargaan lain dimiliki pejuang Dimara dari Wakil Perdana Menteri bidang sosial/Koordinator urusan Irian Barat yang ditandatangani Adam Malik pada tanggal 12 April 1966.

"Almarhum pejuang JA Dimana telah menerima piagam perintis pergerakan kemerdekaan dari Presiden BJ Habibie pada 27 Mei 1999," ungkap Felix Rumbewas.

Pejuang Dimara yang dilahirkan di Korem, Biak Utara, 16 April 1916 mengenyam pendidikan SR (sekarang SD) di Ambon 1930, Sekolah Pertanian di Laha 1935, Lulus sekolah agama Kristen 1940 serta guru Protestan di Pulau Buru tahun 1941.

Almarhum JA Dimara juga pernah menjadi anggota Heiho/Kompetai di Pulau Buru 1943, Ketua persatuan Indonesia Merdeka (PIM) di Pulau Buru 1944-1946 serta beberapa perjuangan dalam membantu merebut kemerdekaan NNKRi hingga meninggal dunia 23 Oktober 2000 dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta. (kpl/npy/Kapan Lagi)

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!