Jayapura - Meramu atau menokok sagu merupakan kegiatan terpenting yang dilakukan masyarakat Kabupaten Waropen, Provinsi Papua yang dilakukan secara kontinyu dengan sejumlah aturan dan tradisi yang tidak boleh dilanggar.
Kepala Balai Arkeologi Jayapura, Drs.M.Irfan Mahmud,M.Si di Jayapura, Senin menjelaskan, meramu sagu tidak hanya sebagai mata pencaharian utama bagi masyarakat Waropen, tetapi juga kegiatan yang penting dan cukup sakral.
Dijelaskannya, pantangan tersebut misalnya, bagi seorang wanita yang sedang datang bulan tidak diperbolehkan ikut dalam kegiatan menokok sagu karena akan berdampak buruk jika hal tersebut dilanggar.
Selain itu, dalam hal menebang pohon sagu, jika batang sagu yang ditebang jatuh ke arah luar hutan sagu, maka pada saat pemotongan pelepah yang pertama harus segera ditarik ke dalam hutan dengan tujuan agar pati yang ada tidak lari keluar.
Sementara itu, dalam kegiatan membudidayakan pohon sagu, seorang laki-laki tidak boleh bersetubuh dengan istrinya selama proses penanaman yang memakan waktu beberapa hari itu.
Berikutnya adalah saat menanam pohon sagu, orang yang menanam harus berada pada arah yang berlawanan dengan sinar matahari agar bayangannya tidak jatuh ke lubang. Jika hal tersebut terjadi, maka si penanam pohon sagu akan sakit.
Adapun pada saat panen sagu tiba, orang yang dulunya menanam pohoon dilarang untuk memakannya.
"Pantangan-pantangan ini harus ditaati agar kegiatan menokok sagu berhasil dilakukan," tandas Irfan.
Di Waropen terdapat dua macam hutan sagu yakni hutan hutan sagu alam dan hutan sagu yang dibudidayakan. Hutan sagu alam umumnya tumbuh liar dan padat di daerah rawa-rawa. Pohon sagu ini memiliki duri yang banyak dan isi batangnya mengandung banyak serat.
Sedangkan pohon sagu yang dibudidayakan ada dua jenis yakni yang berduri dan yang tidak berduri dengan isi batang yang mengandung sedikit serat.
Satu batang pohon sagu dapat menghasilkan 100 sampai 150 kilogram tepung sagu basah. Hasil tersebut selain untuk pangan sehari-hari, ada pula yang dijual atau dibarter dengan masyarakat sekitarnya serta untuk kebutuhan upacara-upacara adat. [Antara/FINROLL News]
»»
Masyarakat Waropen Masih Memegang Tradisi Meramu Sagu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









Sagu merupakan salah satu makanan pokok di Papua, MARI tong jaga bersama & lestarikan. Krn skrng ini sdh bnyak hutan sagu yg di tebang demi u/ membuka lahan pemukiman.
BalasHapus