»»


Perolehan Suara Sementara Pilkada Kabupaten Supiori 2020: Nomor urut 1 Obeth Rumabar - Daud Marisan : 2.312 (12,9%) ●●● Nomor urut 2 Ruth Naomi Rumkabu - Piet Pariaribo: 3.646 (25,1%) ●●● Nomor urut 3 Jacobus Kawer - Salomo Rumbekwan : 1.189 (8,2%) ●●● Nomor urut 4 Ronny Gustaf Mamoribo - Albert : 2.856 (19,7%) ●●● Nomor urut 5 Yan Imbab - Nichodemus Ronsumbre : 4.507 (31,1%) || Update: 04:31wit / 11 Des 2020

Indonesia Nominasikan Dokter Brahim Raih Global Health

Indonesia menominasikan 2 tenaga kesehatan dari Papua
Menurut rencana, Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih akan membuka konferensi AAAH (Asia-Pacific Action Alliance On Human Resources For Health) ke-5 tanggal 4 Oktober 2010 di Bali. Konferensi AAAH ke-5 mengangkat tema HRH Challenges For Achieving MDGs dengan tujuan mengatasi dan membahas berbagai tantangan di bidang SDM kesehatan dalam rangka mencapai target MDGs.

Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 210 orang yang terdiri dari delegasi negara se Asia Pasifik dan berlangsung mulai 4-6 Oktober 2010. Pada konferensi ini, untuk pertama kali akan diberikan penghargaan bagi tenaga kesehatan teladan dari negara-negara anggota sebagai awal pemberian penghargaan di tingkat global dari Global Health Workforce Action Alliance for Human Resources for Health (GHWA).

Indonesia menominasikan 2 tenaga kesehatan untuk mendapatkan penghargaan sebagai tenaga kesehatan teladan tingkat global dari GHWA yaitu dr Brahim, dokter yang bertugas di Puskesmas Karas Kabupaten Fak-fak Provinsi Papua Barat dan Diana Maryen, bidan yang bertugas di Puskesmas Anggadiber Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua.

Dokter Brahim dinominasikan sebagai Nakes teladan tingkat dunia, karena kesediaannya mengabdi di daerah terpencil dengan sarana transportasi yang terbatas, sumber daya sedikit, teknologi tertinggal tetapi tetap berdedikasi memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan kehadiran dokter di daerah tersebut.

Sedangkan Diana Maryen awalnya merupakan bidan kontrak di Puncak Jaya Papua, kemudian pindah di Biak Numfor, karena pelayanan yang diberikan bagus kemudian diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil tahun 2006. Diana memotivasi para ibu untuk mengontrol kehamilannya dan membawa anak untuk di imunisasi. Diana terus berdedikasi di wilayah Biak Numfor sampai dinominasikan sebagai bidan berprestasi. [widodo/kemenkes]

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!