»»

...

Nada Dering Picu Rusuh Menyebar 1 Minggu Lalu

NADA dering handphone memicu kerusuhan dua suku di Jayapura, Papua. Suku Wamena, asal Pegunungan Papua, yang tersinggung dengan nada dering tersebut menyerang suku Yoka yang diduga menyebarluaskannya.

Nada dering yang jadi biang kerok ini ternyata sudah menyebar di masyarakat sejak seminggu yang lalu. Lagu ini direkam dengan irama musik rege dengan durasi selama 5 menit.

Syair lagu tersebut menyinggung-nyinggung gaya hidup orang Wamena, sehingga suku ini marah.

Warga suku Wamena langsung melakukan penyerangan ke pemukiman warga suku Yoka sekitar 09.00 WIT.

Amuk massa ratusan warga suku Wamena itu tak bisa dibendung oleh siapapun, sementara warga kampung Yoka berupaya menyelamatkan diri saat warga asal Pegunungan Papua itu mengamuk.

Aparat keamanan yang tiba beberapa menit kemudian berupaya menentramkan amarah warga suku Wamena. Rentetan tembakan ke atas udara dikeluarkan aparat, mengingat amuk warga suku Wamena kian memuncak.

Kapolresta Jayapura, AKBP Imam Setiawan kepada wartawan, membenarkan peristiwa penyerangan yang dilakukan ratusan warga suku Wamena ke pemukiman warga Kampung Yoka.

“Ratusan warga suku Wamena mengamuk karena tidak terima dari nada sambung yang dibuat seorang warga suku Yoka. Lagu nada sambung itu sangat menghina harga diri dan martabat warga suku Wamena,” ujarnya.

Akibat rusuh ini, terjadi pembakaran terhadap harta milik warga Yoka dan aset milik pemerintah dirusak.

Ini daftar kerugian rusuh tersebut:
- Motor: 12 terbakar, 2 rusak
- Mobil: 2 terbakar, 2 rusak
- Rumah: 23 terbakar habis, 56 rusak (belum termasuk daftar barang-barang yang ada dalam rumah korban)

Aset pemerintah yang rusak:
- Puskesmas Perawatan
- Puskesmas Pembantu
- Kantor Diklat Perkebunan

Ratusan anggota Polda Papua terus bersiaga di Kampung Yoka. Sejumlah pemuda juga ikut berjaga-jaga di sejumlah titik sambil membawa senjata tradisional.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi serangan susulan warga Suku Wamena ke tempat itu. Selain itu, ratusan warga Kampung Yoka pun sudah diungsikan.

Sejauh ini, polisi belum menahan pelaku pembakaran. Sebaliknya, polisi menahan tiga warga Yoka, yang terlibat pembuatan nada dering ponsel. Bahkan, mereka telah ditetapkan sebagai tersangka.
[Banjir Ambarita-VivaNews/Liputan6]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!