»»

...

Supiori Mulai Bernyawa

Walaupun belum genap sebulan menjadi penjabat Bupati Supiori, namun kehadiran, Ir. Helly Weror, telah memberikan secercah harapan bagi masyarakat kampung yang selama ini mendiami Kabupaten Supiori

Jumat, 10 Desember 2010, pertigaan jalan di Sorendiweri, Ibu Kota Kabupaten Supiori, yang biasanya sepi dari lalu lalang kendaraan mendadak berubah riuh. Ya, pertigaan jalan yang membagi jalur kendaraan menuju Korido, Supiori Selatan serta Sabarmioker Supiori Utara itu disulap menjadi pasar sementara.
Mama-mama yang biasanya menunggu bus jurusan Biak di Pagi buta, terlihat sibuk mengatur hasil kebun dan tangkapannya di sekitar jalur jalan. Mereka tidak lagi menyibukkan diri dan harus bangun dipagi buta serta menanti was-was di sepanjang jalan agar hasil kebun serta tangkapan mereka terangkut dengan Bus yang kebetulan menuju ke kota Biak Ibu Kota Kabupaten Biak Numfor. Perekonomian mereka selama ini sangat bergantung ke Biak, hal ini memang telah dijalani mereka berpuluh-puluh tahun.

Kehadiran Kabupaten Supiori yang diharapkan dapat merubah nasib dan perjalanan jauh mereka selama ini pun seakan jauh dari harapan. Sekitar seribuan pegawai pemerintah tidak menetap di sana, yang hanya adalah Guru, Petugas Medis serta Polisi itupun tidak seberapa. Wal hasil hasil kebun dan tangkapan pun tak laris manis di Supiori.
Tetapi kini, bus-bus tujuan Biak yang biasanya dipenuhi masyarakat kampung ini mulai terlihat berkurang. Kursi-kursi bus antar kota tersebut, kini sesak dipenuhi PNS yang masih memilih tetap tinggal di Biak. Disisi lain, kepulangan PNS ke Supiori, telah memberikan Supiori Bernyawa.
“Saya senang, karena bisa kerja di rumah dulu, baru ke sini atur jualan,” aku Mina, Ibu dua anak sambil mengatur hasil tangkapan yang dibawah suaminya dari laut.

Kesibukan yang sama pula terlihat di areal sekitar halaman kantor Bupati Supiori yang dulunya ditumbuhi rumput liar, kini disulap menjadi pasar darurat. Antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan lahan itu sebagai tempat berjualanpun cukup tinggi. Berbagai jajanan makanan tersaji disini, mulai dari yang tradisional sampai nasional. Hal ini setidaknya telah menjawab alasan PNS akan makanan.

Namun tidak semua berjalan baik. PNS dan kepala SKPD yang masih tetap tinggal di Biak ini menjadi perhatian serius. Pasalnya, ketidakhadiran mereka di Supiori turut mempengaruhi keberadaan PNS yang telah memilih tinggal di Supiori. Keadaan ini memaksa, Ir. Helly Weror yang dipercayakan Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur Provinsi Papua menjadi Penjabat Karateker untuk terus memberikan himbauan. PNS masih terlihat happy day ke Supiori hanya untuk berkunjung kemudian pulang ke Biak lagi.

“Kalau tidak tahu jalan pulang, maka saya, Kapolres dan Dewan Adat telah siap untuk tunjukkan jalan pulang ke Supiori, mungkin lewat Barat atau Utara, atau jalan mana saja, akan kami tunjukkan,” tegas Weror saat kunjungan mendadaknya ke Unit Gawat Darurat RS Supiori dan KPU Supiori, pekan kemarin.

Sementara itu, salah satu calon bupati Kabupaten Supiori yang lolos putaran dua, Fredrik Menufandu SH MH MM, saat dimintai komentarnya akan tindakan-tindakan yang kini dilakukan penjabat bupati Supiori, yang dampaknya akan terasa pada kepemimpinan Bupati dan Wakil BUparti devinitif, bila ternyata tidak mampu meneruskan apa yang dilakukan Penjabat Karateker. Oleh Fred, apa yang dilakukan rekannya semasa masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokoler Gubernur Papua itu merupakan yang terbaik dan sedikitnya telah menjawab harapan serta tuntutan masyarakat Supiori.

“Tidak ada yang perlu dikuatirkan. Orang-orang kerja dibawah Gubernur Barnabas Suebu adalah orang-orang yang memiliki dedikasi dan komitmen yang baik dan terukur, sehingga apa yang dilakukan Pak Weror tentang penertiban asset serta bekerja di Supiori itu harus didukung,” ungkap Fred yang berpasangan dengan Drs. Yan Imbab ini. [erick/BinPa]

Oleh : Hendrik Hay

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!