»»

...

Dua Pabrik Semen akan Berdiri di Papua

Jakarta - Ada kabar baik bagi masyarakat di Papua. Dua perusahaan besar, PT Freeport Indonesia dan PT Semen Gresik Tbk berencana membangun pabrik semen di sana pada tahun 2010.

Nilai investasi pabrik semen milik PT Freeport akan mencapai sekitar US$ 150 juta. Pabrik semen Freeport ini akan berada di Timika. Menurut Menteri Perindustrian M.S. Hidayat, perusahaan pertambangan ini akan merogoh kocek dari kas internal mereka yang dialokasikan untuk program Kepedulian sosial Perusahaan (KSP) atau corporate social responsibility (CSR). “Itu untuk mengakali pemenuhan kebutuhan semen yang harganya sangat tinggi di Papua”, kata Hidayat, kemarin (30/11).

Kapasitas pabrik baru itu sekitar lima juta ton per tahun. Separuh dari produksinya diperuntukkan bagi konsumsi Freeport sendiri. Sementara, sisanya akan didistribusikan bagi masyarakat di Papua.

Harga Akan Turun
Sementara, lokasi pabrik Semen Gresik ada di Manokwari. Lama pembangunan pabrik berkapasitas enam juta ton per tahun ini akan mencapai sekitar enam bulan. "Semen Gresik akan mulai dengan membangun pelabuhan pengepakan semen untuk menekan biaya distribusi dan logistik," kata Hidayat.

Investor Relation Semen Gresik Agung Wiharto mengaku tidak mengetahui informasi detail tentang kapasitas dan nilai investasi pabrik baru tersebut. "Itu packing plant, kapasitasnya mungkin minimal sekitar 100.000 ton," kata Agung.

Agung bilang, pendirian pabrik tersebut strategis bagi bisnis Semen Gresik. Sebab, pabrik itu dapat meningkatkan efisiensi biaya pengemasan dan distribusi semen. "Kalau kita kirim dari Tonasa tentu lebih mahal kalau dalam bentuk sak," terang dia.

Nantinya, Semen Gresik bakal mengangkut semen ke Papua dalam bentuk curah. Nah, semen curah itulah yang akan dikemas di lokasi packing plant itu. Selain pabrik baru ini, Semen Gresik telah memiliki 15 pabrik pengepakan di Indonesia.

Pembangunan dua pabrik semen ini jelas menguntungkan bagi masyarakat maupun pemerintah. Soalnya, kata Hidayat, kehadiran dua pabrik itu akan bisa menekan harga semen di Papua yang kini bisa mencapai Rp 800.000 per sak. Kondisi ini, kata Hidayat, jelas sangat menghambat pelaksanaan pembangunan di wilayah Papua dan sekitarnya. [Raymond Reynaldi/KONTAN.co.id]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!