»»

...

KPA Kota Jayapura Operasikan Klinik VCT "Mobile"

Jayapura - Komisi Penggulangan AIDS (KPA) Kota Jayapura mengoperasikan voluntary counselling and testing (VCT) atau klinik tes dan konseling sukarela "Mobile" (bergerak) untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama dalam penanganan HIV-AIDS.

Seorang peer educator (penyuluh sebaya) KPA Kota Jayapura, Clemens Wopari,S.Ked di Jayapura, Selasa, menjelaskan, VCT adalah suatu cara atau metode memberikan konseling kepada setiap orang agar mengerti masalah yang dihadapinya dengan mengidentifikasi masalah dan mencari jalan keluar.

"Dengan demikian, masyarakat secara sukarela atau tanpa paksaan dan rahasia, maksudnya hanya dia dan konselornya yang mengetahui, memeriksakan diri dan jika terbukti mengidap, maka dilakukan proses pendampingan," katanya.

Diakui Clemens, keberadaan klinik VCT mobile yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya ini cukup membantu masyarakat untuk melakukan tes HIV-AIDS ataupun yang ingin mendapatkan informasi dan bimbingan tentang penyakit tersebut.

"Klinik VCT mobile ini dilengkapi dengan berbagai peralatan medis untuk memeriksa kesehatan serta HIV-AIDS melalui tes darah dan hasilnya bisa ditunggu," katanya.

Selain itu, masyarakat juga bisa memperoleh bimbingan dan penjelasan mengenai penyakit penurun kekebalan tubuh manusia tersebut dari sejumlah tenaga medis yakni dokter, perawat dan tim konselor yang telah terlatih.

Agar pelayanan klinik VCT mobile dapat dilakukan secara optimal, KPA Kota Jayapura bekerja sama dengan Perkumpulan Keluarga Besar Indonesia (PKBI) dan PT Indosat Tbk.

Di Papua, prevalensi HIV/AIDS mencapai 2,4 persen untuk kelompok usia 15-49 tahun.

Berdasarkan jumlah kasus HIV/AIDS yang tercatat Dinas Kesehatan Provinsi Papua, kasus terbanyak ditemukan pada kelompok usia produktif, yaitu antara 20 hingga 29 tahun. Kasusnya mencapai 2000 atau di atas 45 persen dari total seluruh usia pengidap.

Selama ini program penanggulangan HIV-AIDS yang diadopsi dari lembaga-lembaga kesehatan dunia melalui kondomisasi, substitusi metadon (bahan pengganti narkotik), legalisasi jarum suntik steril belum mampu menekan jumlah pengidap penyakit.

Penderita HIV-AIDS di seluruh Indonesia yang terdata Departemen Kesehatan sejak 1980-an hingga September 2009 berjumlah 18.442 dan diperkirakan mencapai 130 ribu pada 2010 mendatang. [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!