»»

...

Polisi Tahan "Gubernur Otorita Nasional Papua Barat"

Jayapura - Buntut perayaan HUT ke-48 Kemerdekaan Papua Barat pada 1 Desember kemarin, akhirnya polisi melepaskan 12 dari 13 aktivis itu pada Rabu (2/12) hari ini. Seorang di antaranya, Markus Yenu, tetap ditahan karena termasuk dalam daftar pencarian orang.

"Markus Yenu tetap kami tahan karena DPO kasus makar di Manokwari," ujar Brigadir Jenderal Bekto Suprapto, Kepala Polda Papua, di Jayapura. Ia didampingi Wakil Kepala Polda Komisaris Besar Syafei Aksal. Hal ini dituturkan Bekto kepada wartawan seusai memimpin serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal dari Kombes Bambang Rudi Pratikno kepada Kombes Pietrus Waine.

Bekto mengatakan, pelepasan 12 aktivis yang ditangkap di Polimak, depan diler Toyota, karena berdemonstrasi tanpa surat izin dari polisi. Mereka berasal dari berbagai daerah yang berada di bawah payung organisasi Otorita Nasional Papua Barat (ONPB). Markus Yenu merupakan Gubernur Papua Barat versi ONPB.

"Mereka dilepaskan karena pembinaan, sebenarnya bisa saja dengan bukti yang ada untuk menahan. Tapi polisi lebih mengutamakan pembinaan bagi adik-adik kami ini. Saya mengerti perasaan mereka," ujar Bekto yang tak lama lagi dinaikkan pangkatnya menjadi Inspektur Jenderal.

Berdasarkan pengakuan para aktivis yang ditangkap Polresta Jayapura ini, Bekto mengatakan, mereka akan mengadakan huru-hara di Jayapura. Ia berharap dengan pemberian kesempatan kedua ini, para aktivis tidak lagi mengulang perbuatannya. Secara umum, Bekto mengatakan bahwa perayaan 1 Desember relatif aman, tidak seperti tahun-tahun lalu. Pengibaran bendera Bintang Kejora hanya terjadi di Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor. [Ichwan Susanto/KOMPAS.com]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!