»»

...

Masyarakat Biak Peringati Hari HAM Internasional

Biak - Sedikitnya 60 orang bersama aktivis LSM di Kabupaten Biak Numfor, Papua, Kamis malam, memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional dengan menyalakan 58 lilin sebagai simbol penerang bagi semua umat manusia.

Prosesi perayaan hari HAM internasional diawali dengan berjalan kaki dari Kantor Badan Pekerja Klasis Gereja Kristen Injili (GKI) Biak Selatan Jalan Ahmad Yani menuju bundaran air mancur pertigaan terminal lama Biak.

Ketua Yayasan Parusi Biak, Metuzalak Awom SH mengingatkan masyarakat Kabupaten Biak Numfor untuk terus menjunjung tinggi prinsip HAM di tengah kehidupan manusia tanpa memandang latar belakang, ras, agama dan budaya.

Dia mengakui, bentuk pelanggaran HAM yang masih dialami masyarakat Biak, di antaranya menyangkut penyerobotan tanah adat.

"Melalui momentum peringatan hari HAM Internasional kami minta berbagai bentuk pelanggaran HAM yang masih terjadi di tanah Papua untuk segera dituntaskan aparat penegak hukum," ujarnya.

Sementara itu, Ny Agustina Kbarak, salah seorang koordinator acara mengajak, masyarakat yang hidup di tanah Papua untuk senantiasa menjaga hutan dari ancaman kerusakan karena pembabatan pihak tertentu.

Hutan bagi masyarakat Papua, menurut Ny Kbarek, telah menjadi tubuh dan tempat hidup untuk mendapatkan uang guna membiayai kehidupan setiap kepala keluarga.

"Saya ingatkan kita pelihara hutan dan lingkungan karena ini menjadi hak hidup orang Papua dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," imbuh Ny Agustina Kbarek.

Peringatan hari HAM Internasional di Kabupaten Biak Numfor berjalan lancar hingga selesai karena mendapat penjagaan dan pengawasan belasan aparat personel kepolisian Polres setempat. [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!