»»

...

Pengelolaan Dermaga Feri Biak Dikembalikan Ke Pusat

Biak - Pengelolaan dermaga feri di Kampung Mokmer, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua telah dikembalikan pemerintah daerah (Pemda) kepada pemerintah pusat melalui Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan di Jakarta.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Sekdishub) Biak Albert Rahallus MMA di Biak, Kamis mengatakan, pengembalian penanganan dermaga feri ke pemerintah pusat, karena daerah tidak mampu mengatasi biaya pemeliharaan mencapai Rp1 miliar lebih per bulan.

"Jasa pelabuhan yang dipungut dari pengelolaan dermaga feri tidak cukup membiayai pemeliharaan rutin pelabuhan, sehingga harus diserahkan kembali ke Dirjen Perhubungan Laut di Jakarta," kata Sekretaris Dishub Albert Rahallus.

Rahallus mengatakan itu, ketika dikonfirmasi mengenai tidak beroperasinya dermaga untuk kapal feri di Kampung Mokmer. Saat memberikan penjelasan, Rahallus didampingi Kepala Bidang Angkutan Laut Jawardi.

Dai mengatakan, pengembalian penanganan operasiaonal dermaga feri Mokmer ke pemerintah pusat, telah dilakukan lewat surat Pemkab Biak Numfor yang ditanda tangani Bupati Yusuf Melianus Maryen dan Ketua DPRD Nehemia Wospakrik.

Status pengelolaan dermaga feri Mokmer pasca diserahkan ke pemerintah pusat, menurut Rahallus, akan berbentuk unit pelaksana teknis (UPT) yang langsung bertanggung jawab kepada Dirjen Perhubungan Laut Departemen Perhubungan.

"Sampai sekarang bagaimana status pengelolaan operasional dermaga feri kami juga belum mengetahui secara pasti, yang jelas jika ditangani pusat maka kebutuhan dana operasional dapat diatasi," katanya.

Sejak beberapa bulan ini dermaga feri Kampung Mokmer tidak beroperasi karena keterbatasan dana pemeliharaan. Untuk sementara semua aktivitas keberangkatan penumpang kapal feri dengan tujuan Biak-Numfor atau Biak-Waren-Serui dialihkan ke pelabuhan laut Biak.

Salah seorang warga Mokmer, Luther Rumpaidus mengakui, keberadaan dermaga feri Mokmer sudah setahun ini tidak lagi beroperasi karena mengalami kerusakan pada bagian mesin sandar kapal.
"Dampak dermaga feri tak beroperasi sangat mempengaruhi aktivitas warga yang biasa berjualan ketika kapal sandar melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang". [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!