»»

...

Ratusan Pelayat Antar Kelly Kwalik Ke Pemakaman

Timika - Ratusan pelayat mengantar peti jenazah Kelly Kwalik dari Kantor DPRD Mimika ke tempat pemakamannya di samping Lapangan Timika Indah, Timika, Papua, Selasa siang.

Dari Timika, wartawan ANTARA melaporkan, para pelayat berjalan kaki mengiringi mobil ambulans yang membawa peti jenazah Kelly Kwalik dari Kantor DPRD Mimika menuju tempat pemakamannya yang berjarak kurang lebih satu kilometer.

Meski diguyur hujan lebat, para pendukung dan simpatisan Kelly Kwalik terlihat antusias mengantar tokoh yang sangat mereka hormati itu.

Sejumlah toko dan swalayan di sepanjang ruas jalan Cenderawasih dan Budi Utomo Timika seperti Swalayan Gelael dan Diana Supermarket sempat ditutup saat arak-arakan mobil dan massa pengantar jenazah Kelly Kwalik lewat.

Sementara aparat kepolisian dan TNI terlihat bersigap dengan senjata lengkap di sepanjang rute yang dilalui.

Sebelum dibawa ke tempat pemakaman, massa pendukung dan simpatisan Kelly Kwalik terlebih dahulu menggelar doa di halaman Kantor DPRD Mimika dipimpin oleh seorang pendeta.

Tuntut penutupan PTFI
Selanjutnya, Ketua Dewan Adat Papua (DAP), Dominikus Surabo membacakan enam butir pernyataan sikap rakyat Papua. Salah satu butir pernyataannya yaitu menuntut ditutupnya perusahaan tambang PT Freeport Indonesia yang dituding memfasilitasi aparat kepolisian melakukan penembakan terhadap Kelly Kwalik.

Surat pernyataan tersebut diserahkan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Dias Gwijangge.

Pemakaman Kelly Kwalik dilakukan sesuai tradisi Gereja Katolik dipimpin Pastor Amandus Rahadat Pr, Pastor Paroki Katedral Tiga Raja Timika.

Kelly Kwalik yang di dalam organisasi kelompok separatis disebut-sebut sebagai panglima komando daerah papua (Kodap) III tentara pembebasan nasional organisasi papua merdeka (tpn-opm) lahir dengan nama baptis John Kelly Kwalik di Distrik Agimuga tahun 1955.

Ia pernah bertugas sebagai guru di Agimuga pada era 1970-an dan menamatkan pendidikan pada Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Taruna Bakti Waena Jayapura.

Kelly Kwalik dituduh melakukan serangkaian aksi teror, penembakan dan penyanderaan seperti penyanderaan puluhan tim peneliti ekspedisi Lorentz tahun 1996 selama 130 hari di Mapenduma.

Pada tahun 2000, kelompok Kelly Kwalik juga terlibat aksi pengibaran bendera bintang kejora di Gereja Tiga Raja Timika.

Ia juga dituduh sebagai dalang kasus penembakan staf pengajar sekolah YPJ Tembagapura di Mile 62-63 Tembagapura tahun 2002 yang menewaskan tiga guru sekolah itu, yang dua di antaranya merupakan warga negara Amerika Serikat.

Terakhir, pada bulan Juli-Oktober 2009 kelompok Kelly Kwalik dituduh terlibat serangkaian aksi teror di areal PT Freeport Indonesia.

Aksi penembakan yang terjadi sepanjang 2009 menewaskan tiga orang yakni Drew Nicholas Grant warga negara Australia, Markus Rate Allo dan Bripda Merson Pattipelohi serta melukai puluhan karyawan PT Freeport dan aparat keamanan. [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!