»»

...

Tokoh OPM Tewas Tertembak

Jakarta - Salah satu tokoh tentara pembebasan Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik tertembak mati dalam penyergapan yang dilakukan pasukan gabungan Polri disebuah rumah dihutan, tepatnya di Mile 26, Mimika, Papua, sekitar pukul 03.00 WIT waktu setempat.

Dalam penggerebekan tersebut, Polri juga menangkap lima orang lainnya yang saat itu berada di rumah bersama korban. Mereka adalah Jeep Murip, 24, Martimus Katarame, 21, Yosep Kwantik, 60, seorang wanita bernama Noni Sanawarme, 35, beserta seorang anak Yorni Murip, 10. Saat ini mereka berada di Mapolres Mimika untuk dimintai keterangan dan akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengatakan, penggerebekan ini upaya untuk menciptakan stabilitas keamanan menyusul maraknya aksi penembakan di Papua sejak 2002. “Untuk menangani kasus ini, dibentuklah tim khusus di bawah koordinasi Deops Kapolri,” katanya. Tim yang terdiri atas anggota Brimob, Densus 88, Baintelkam Polri, serta pasukan dari Polda Papua kemudian menargetkan Kelly Kwalik dkk bersama lima orang DPO lainnya untuk ditangkap.

Semua peristiwa yang terjadi merupakan instruksi Kelly. Setelah mendapatkan informasi mengenai keberadaan Kelly, tim gabungan melakukan penggerebekan. Dalam penggerebekan tersebut, kata dia, tim sudah melakukan upaya penangkapan sesuai prosedur. “Tim telah memberi peringatan kepada penghuni untuk menyerahkan diri, katanya.

Namun, peringatan tersebut tidak dihiraukan, Kelly bahkan berusaha melarikan diri melalui pintu belakang dan menodongkan senjata revolver kepada petugas. Karena membahayakan keselamatan petugas, Kelly terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan. Tim khusus kemudian membawa korban ke RS Kuala Kencana, Timika. Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Korban menghembuskan nafas terakhirnya sekitar pukul 09.00 WIB. “Kami menduga itu KK, apalagi saksi yang ada juga membenarkan dan menyatakan kalau itu KK,” ujarnya. Meski demikian, untuk memastikan jasad tersebut, Polri telah mengirimkan tim forensik dan identifikasi ke Papua untuk melakukan penyelidikan secara forensik seperti ante mortem dan post mortem.

Jika proses penyelidikan tidak bisa dilanjutkan, tidak menutup kemungkinan dia akan dibawa ke Jakarta. Dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan dan menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen OPM, 28 butir peluru revolver kaliber 38, 1 pucuk senjata api revolver jenis S&W kaliber 38, dan 3 butir peluru kaliber 5,56 mm. Termasuk sebilah celurit, 2 busur panah, dan 12 anak panah. [sucipto/Seputar Indonesia]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!