»»

...

Tahun 2011 Dana RESPEK Rp. 600 Juta Per Kampung

Pendamping RESPEK pun di Warning
Supiori — Dana RESPEK kabupaten Supiori di tahun 2011 dipastikan akan meningkat menjadi Rp. 600 juta per kampung, hal itu setelah sebelumnya hanya Rp. 100 juta per kampung. Sedangkan program pembagian uang tunai Rp. 10 juta/kepala keluarga yang selama ini diterima masyarakat Supiori dihentikan.

Penjabat Bupati Kabupaten Supiori, Ir. Helly Weror, mengungkapkan bahwa program pembagian Rp.10 juta per kepala keluarga yang selama ini diberikan kepada masing-masing kepala keluarga di Supiori terbukti belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Supiori yang hanya berjumlah kurang lebih 15 ribu jiwa berdasarkan pendataan Sensus Penduduk 2010.

Data BPS melalui SP 2010 lalu menunjukkan bahwa jumlah penduduk miskin di Kabupaten Supiori berada pada kisaran 38-50 persen. Angka kemiskinan ini sama dengan angka kemiskian di wilayah pegunungan tengah Papua. Padahal bila dibandingkan dengan jumlah penduduk serta jangkauan pelayanan, seluruh wilayah di Supiori sudah bisa terjangkau. Distribusi informasi pun cepat.

“Tahun 2011 dana masuk kampung 500 juta, saya hentikan kebijakan membagi-bagi uang Rp. 10 juta/kk yang selama ini dilakukan. Diganti dengan dana respek dari Kabupaten Rp. 500 juta/kampung, dan dari Provinsi Rp 100 juta jadi total dana yang akan masuk ke kampung setiap tahunnya adalah Rp. 600 juta. Terlepas dari yang PNPM. bersumber dari dana Otsus Papua,” jelas Weror.

Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Provinsi Papua maka Supiori merupakan wilayah penerima dana RESPEK terbesar kedua setelah Kabupaten Mimika yang mengalokasikan dana RESPEK Rp. 700 juta/kampung.

Dengan total dana yang besar ke kampung-kampung di Supiori ini diharapkan partisipasi masyarakat kampung untuk membangun dirinya melalui ide dan prakarsanya sendiri. Semua keputusan pembiayaan tentang pembangunan kampung diserahkan kepada masyarakat kampung.

“Apakah mau untuk sekolah, mau bangun rumah, semuanya diprogramkan oleh masyarakat kampung. Kepala kampung minta terbang bersama garuda maka kita berikan dia kursi untuk terbang bersama garuda, jangan dia memikul Garuda saja,” singgung Weror yang juga kepala Biro Pemerintahan Kampung Setda Provinsi Papua ini.

Ide RESPEK adalah memanusiakan manusia di kampung-kampung, RESPEK bukan pembangunan fisik, RESPEK bukan proyek RESPEK, namun RESPEK sebut Weror, merupakan program untuk memanusiakan manusia Papua di kampung-kampung. RESPEK dikatakan berhasil bila sembilan langkah dipatuhi.

Terkait dengan besarnya dana RESPEK yang akan masuk ke rekening kampung, maka Weror juga meminta kepada seluruh pendamping RESPEK untuk segera kembali ke tempat tugasnya paling lambat Januari 2011 mendatang. [hen/aj/erick/BinPa]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!