»»

...

Dewan Adat Byak, Abaikan Pemilihan MRP

Biak - Dewan adat Papua wilayah Biakdan Supiori (DAB) dengan tegas menyatakan sikap akan mengabaikansegala bentuk pemilihan anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) yangdiatur dalam Perdasus Nomor 04 tahun 2010, dan tidak akanmerekomendasikan calon sebagai anggota MRP, dan juga tidak inginuntuk melibatkan diri.

Pernyataan tegas itu disampaikan Ketua Dewan adat Byak, YanPieter Yarangga, Rabu (12/1), ketika dikonfirmasi terkait masatugas anggota MRP periode I yang akan berakhir Januari 2011, dansaat ini tengah dipersiapkan panitia untuk melaksanakan pentahapanpemilihan anggota MRP tersebut.

Menurut Yarangga, selain keberadaan MRP yang selama ini dinilaitidak mampu berbuat apa-apa sesuai dengan fungsi semestinya yaknisebagai representasi cultural bagi orang asli Papua, tata carapemilihan anggota MRP yang diatur dalam Perdasus itu juga terkesansangat dipaksakan dan tidak mewakili pemikiran dari orang asliPapua.

Oleh karena itu, Yarangga juga menilai Perdasus tentangpemilihan anggota MRP itu juga harus direvisi karena tidak sesuaidengan visi misi yang disepakati orang asli Papua antara lainadalah Otsus harus diberlakukan untuk mengakomodir sepenuhnyaterhadap komponen adat, agama dan perempuan.

Jika pemerintah ingin mengawasi atau melibatkan diri dalambentuk kepanitiaan, ataupun sebagainya harus melalui persetujuandewan adat, tegas Ketua Dewan Adat (Mananwir beba), Yan PieterYarangga.

Yarangga juga menilai, jika pemilihan anggota MRP yang sedangdifasilitasi pemerintah saat ini, sangatlah rawan menimbulkankonflik. Hal itu disampaikan Mananwir ini karena hingga kini sudahbeberapa orang dari sejumlah lembaga adat, yang meminta rekomendasikepada Ketua Dewan adat Byak ini untuk menjadi calon anggota MRP,sedangkan kuota dari wilayah Biak Supiori hanya 1 orang dari unsuradat, dan 1 orang dari unsur perempuan.

Orientasi mereka sudah mengarah pada jabatan, kedudukan danuang. Tentunya hal itu sudah bertolak belakang dengan visi-misiorang asli Papua agar menjadi tuan di negerinya sendiri, tapiitulah mungkin settingan pemerintah pusat, agar orang Papua ituterpecah belah, kata Yarangga.

Atas persiapan pemerintah untuk menggelar pemilihan anggota MRPini, menurut ketua DAB, pihak Dewan adat se-Papua juga sebelumnyasudah menyatakan sikap untuk tidak melibatkan diri dengan pemilihananggota MRP yang saat ini tengah dipersiapkan.

Dengan keberadaan kami selama ini, kami masih bisamemperjuangkan hak-hak dasar orang Papua, jadi kami tidak pedulidengan keberadaan MRP, karena selama ini tidak ada produk yangmereka keluarkan untuk menjawab keinginan dasar orang asli Papua, pungkas Mananwir beba, Yan Pieter Yarangga. [MC biak/sembiring/rm/Kominfo-Newsroom]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!