»»

...

Dewan Adat Minta Tempat Pijat Di Biak Ditutup

Biak - Dewan Adat Byak mensinyalir, keberadaan tempat pijat di Biak selama ini telah mengarah pada prostitusi (Sex bebas), bila terus dibiarkan, maka dikhawatirkan akan dapat merusak tatanan adat masyarakat Biak, dan akan merusak nilai-nilai budaya di daerah itu.

Menurut ketua Dewan Adat Byak, Yan Pieter Yarangga, puluhan tempat pijat tradisional yang tersebar di kota Biak, seharusnya segera ditutup oleh institusi atau pihak terkait, karena selain kegiatan usaha mereka yang dinilai telah menyimpang dari perizinannya, dengan adanya sex bebas di tempat pijat itu juga merupakan salah satu penyebab meningkatnya penyakit mematikan, HIV/AIDS di kota Biak.

Selain kepada sejumlah institusi, Dewan Adat juga meminta masyarakat yang ada di kota Biak dan Supiori, agar dalam menjalankan usahanya, diharapkan tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Biak.

“Dewan adat dengan tegas menuntut kepada seluruh masyarakat di kabupaten Biak Numfor dan Supiori, untuk saling menghargai dan melestarikan nilai-nilai budaya Biak,” pinta Yarangga tegas.

Dewan adat juga meminta keseriusan pemerintah kabupaten Biak Numfor untuk meninjau kembali tentang perizinan jual beli minuman beralkohol (Miras) di wilayah adat Byak. Menurut Dewan Adat, bebasnya peredaran Miras di Biak, seringkali menyebabkan hal-hal yang negatif pada warga Biak.

Sehingga, pemerintah seharusnya mampu memikirkan dampak yang ditimbulkan dibanding dengan isu bahwa Miras adalah kebanggan Biak dalam perolehan Pendapatan Asli Daerah. [MC biak/sembiring/rm/Kominfo-Newsroom]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!