»»

...

Warga Biak Mulai Mengeluh Adanya Terminal Darurat

Biak - Pengosongan terminal angkutan kota maupun luar kota di lokasi Pasar Inpres Biak, mengakibatkan beberapa ruas jalan disekitar pasar tersebut terpaksa dijadikan terminal darurat oleh para pengemudi angkutan umum. Hal itu dikeluhkan sejumlah warga pengguna jalan yang merasa terganggu.

“Kalau ruas jalan dijadikan terminal angkutan seperti ini, jelas setiap pengguna jalan, akan merasa terganggu,” kata salah seorang warga Biak, Albeth Korwa kepada Bintang Papua, Selasa (11/1).
Menurutnya, sebaiknya dinas terkait segera mengaturnya dengan baik, sehingga tidak terjadi kesemrawutan seperti sekarang ini. “Percuma saja ada petugas, tapi tidak ada yang bisa mengatur,” ujarnya menambahkan.

Jika terminal pasar inpres mau dikosongkan, sebaiknya segala kesiapannya harus dipertimbangkan. Sehingga pada saat akan dikosongkan, tidak ada lagi yang merasa berat atau tidak ada lagi alasan untuk tidak mau parkir ke terminal baru di pasar Darfuar. “Kita mau parkir di darfuar, tapi aktivitas pasar inpres masih tetap berjalan, jelas kita rugi jika parkir di atas karena sepi,” ujar Umar, seorang sopir angkutan jurusan Ambroben.

Sementara mantan kepala pasar inpres, Max Mansawan mengatakan, upaya pengosongan terminal, merupakan tindaklanjut dari kesepakatan warga pemilik hak ulayat dan pedagang sejak 30 Desember tahun lalu. Dimana telah ada kesepakatan bersama, untuk penutupan pasar inpres dan terminal angkutan. “Pengosongan ini merupakan kesepakatan warga pemilik hak ulayat dan pedagang,” katanya ketika dikonfirmasi Bintang Papua. [pin/aj/erick/BinPa]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!