»»

...

Pemekaran Di Biak Hanya Lampiasan Emosi Para Elit

Laus Rumayom, Dosen Fakultas Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih asal Biak, menilai adanya pemekaran-pemekaran di Biak saat ini merupakan lampiasan emosi dari para elit politik tidak mendapatkan posisi dalam pesta demokrasi di Kabupaten induk induk tersebut.

"Sebenarnya tidak ada niat baik dari rancangan pemekaran itu membangun masyarakat, karena saya melihat upaya pemisahan diri tersebut hanya dilakukan karena emosi kepada sitem pemerintahan kabupaten Biak saat ini" kata Laus kepada JUBI, Minggu (10/4).

Dia menyatakan hampir mereka yang menggagas adanya pemekaran itu adalah mereka yang gagal dalam pemilihan atau pencalonan sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Bupati serta mereka yang diturunkan dari jabatan (Kepala Bagian) menjadi pegawai biasa pada rezim bupati Biak Yusup Melianus Maryen saat ini. Laus menjelaskan, dengan ini sudah otomatis rakyat awam yang akan menjadi korban politik nantinya. Letak geografis, sumber daya alam, sumber daya manusia serta sistem negara ini belum bisa menjamin adanya kesejahteraan bagi masyarakat setempat dengan pola pemekaran.

Rumayom berharap masyarakat serta mahasiswa yang berasal dari Biak harus segera mengantisipasinya. Sebagai agen perubahan serta penerus masa depan Biak yang baik harus bisa mengambil waktu untuk memberikan pecerahan yang baik kepada masyarakat. Rakyat belum bisa berharap banyak dari para elit politik, DPRD, Bupati serta pemerintah Provinsi, lembaga-lembaga itu karena mereka cenderung menjalankan misi negara ketimbang keinginan rakyat.
"Memang benar wilayah-wilayah yang ingin dimekarkan saat ini di Biak karena tidak diperhatikan secara maksimal terkait pembangunan serta pemberdayaannya. Tetapi bukan berarti harus memekarkan diri menjadi kabupaten" ujarnya. [Yarid AP/Victor Mambor-tabloidJUBI.com]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!