»»


Perolehan Suara Sementara Pilkada Kabupaten Supiori 2020: Nomor urut 1 Obeth Rumabar - Daud Marisan : 2.312 (12,9%) ●●● Nomor urut 2 Ruth Naomi Rumkabu - Piet Pariaribo: 3.646 (25,1%) ●●● Nomor urut 3 Jacobus Kawer - Salomo Rumbekwan : 1.189 (8,2%) ●●● Nomor urut 4 Ronny Gustaf Mamoribo - Albert : 2.856 (19,7%) ●●● Nomor urut 5 Yan Imbab - Nichodemus Ronsumbre : 4.507 (31,1%) || Update: 04:31wit / 11 Des 2020

Kepulauan Padaido, Laut Surga di Biak


Terlindung dari ganasnya ombak Samudera Pasifik oleh Pulau Biak dan terletak di perairan yang tenang di teluk Cendrawasih, Kepulauan Padaio merupakan tempat yang paling sempurna untuk melakukan berbagai petualangan bawah air. Padaido adalah sebuah kepulauan yang terdiri dari 30 pulau kecil dan terletak di sepanjang sisi tenggara Pulau Biak. Dahulu kepulauan ini bernama Kepulauan Schouter, berasal dari nama pemimpin rombongan pelaut Belanda yang pertama kali menemukan kepulauan itu pada 1602, William Schouter.


Berbicara tentang makna, Padaido berasal dari bahasa setempat yang berarti keindahan yang tak dapat diungkapkan.
Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Biodiversity Conservation Network (BCN), Kepulauan Padaido merupakan salah satu tempat yang memiliki keragaman hayati ekosistem koral terbesar di dunia. Karang di kepulauan ini menyimpan 95 spesies koral dan 155 spesies ikan, seperti berbagai jenis hiu karang dan gurita serta berbagai kekayaan maritim lainnya. Kekayaan biologi lain yang ada di kepulauan ini antara lain 48 spesies pohon, 26 spesies burung, 14 spesies reptil, dan 7 spesies mamalia.

Beberapa penyelam internasional berpendapat bahwa kawasan pantai Padaido merupakan salah satu kawasan yang memiliki terumbu karang yang paling spektakuler di dunia. Maka dari itu, taman laut ini sangat cocok untuk petualangan menyelam dan snorkeling. Hanya membutuhkan waktu 1 jam dari pelabuhan Bosnik untuk mencapai kepulauan Padaido dengan menggunakan motor boat dan sekitar 3-4 jam menggunakan kano dayung. Pulau ini menawarkan berbagai daya tarik, gua bawah laut, dan terowongan untuk dijelajahi.

Seperti yang banyak ditemui di pulau induk, anda juga akan sering mendapati sisa-sisa kapal laut, pesawat terbang, dan tank yang karam. Besi-besi tua itu berubah menjadi media bagi terumbu karang yang menjadi tumpuan seluruh kehidupan laut. Karang atol di perairan ini juga menjadi rumah bagi ikan-ikan besar seperti tuna sirip biru yang bisa mencapai panjang 2 meter dan ikan kelelawar yang biasa datang bergerombol dalam jumlah yang besar. Penyelam juga akan sering menemui berbagai jenis hiu, ikan pari, dan penyu.

Selain hal-hal diatas, yayasan tersebut juga melakukan satu kegiatan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup terumbu karang maupun masyarakat yang hidup darinya. Mereka membantu dengan cara memberikan pengertian akan pentingnya memperhatikan kelestarian alam dalam meningkatkan taraf kehidupan.

[sumber: Smart Traveling Garuda Indonesia]

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!