»»

...

Balai Arkeologi Jayapura Fokus Di Enam Wilayah

Jayapura - Balai Arkeologi Jayapura menajamkan fokus dan mengoptimalkan kegiatan penelitian tinggalan-tinggalan bersejarah di enam wilayah yang termasuk dalam Provinsi Papua dan Papua Barat sesuai dengan karakteristik budayanya.

Menurut Kepala Balai Arkeologi Jayapura, Drs.M.Irfan Mahmud,M.Si di Jayapura, Selasa, selama 13 tahun usianya, balai arkeologi Jayapura baru menjangkau 25 situs dari 89 situs yang telah terdata dengan rata-rata penelitian dua kegiatan setiap tahun.

Diakuinya, penelitian arkeologi di wilayah kerja balai arkeologi Jayapura cukup menghadapi banyak tantangan. Selain medan yang berat dan dana yang jumlahnya terbatas, jumlah peneliti juga belum mendukung tugas pokok dan fungsi penelitian.

Oleh sebab itu, pembagian enam daerah penelitian diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah kerja yang meliputi Papua dan Papua Barat, lanjut Irfan.

Keenam wilayah penelitian tersebut terdiri dari Kawasan Kepala Burung yang meliputi Kabupaten Sorong, Sorong Selatan, Raja Ampat dan Manokwari.

Berikutnya adalah Kawasan Teluk Bintuni, terdiri dari Kabupaten Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Kaimana dan Fak-fak dan Kawasan Teluk Cenderawasih yang meliputi Kabupaten Waropen, Yapen, Paniai, Nabire, Biak Numfor dan Supiori.

Sementara itu, Kawasan Pegunungan Tengah mencakup Kabupaten Pegunungan Bintang, Jayawijaya, Tolikara, Yahukimo, Puncak Jaya dan Mimika.

Adapun di Kawasan Budaya Selatan, kabupaten yang menjadi fokus penelitian balai arkeologi Jayapura adalah Kabupaten Merauke, Boven Digoel, Mappi dan Asmat.

Sedangkan Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi dan Mamberamo Raya termasuk daerah penelitian di Kawasan Pantai Utara atau Budaya Tabi.

"Dengan membagi wilayah penelitian ini, diharapkan kegiatan penelitian akan lebih sistematis dan sesuai dengan target kerja," tandas Irfan.

Dia menambahkan, optimalisasi manfaat hasil penelitian yang masih menghadapi banyak tantangan cukup berat, memerlukan kerja sama dengan berbagai kelompok kepentingan.

Wilayah Papua dan Papua Barat memiliki sumberdaya arkeologis yang cukup lengkap mulai dari masa prasejarah, masa pengaruh awal masuknya Islam, peninggalan kolonial pada Perang Dunia II serta kawasan suku yang masih membawa tradisi asli dari masa prasejarah. [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!