»»

...

Chris John: Papua Miliki Potensi Petinju

Jayapura - Juara kelas bulu WBA yang telah mempertahankan 10 kali gelarnya, Chris Jhon mengakui bahwa Papua memiliki potensi tinju yang telah terbentuk sejak lahir, tinggal bagaimana orang tersebut mau mengolahkan dan menjadikan sebagai satu hobi yang bermanfaat sekaligus membawa nama harum daerah.

Demikian disampaikan Chris John, petinju kelahiran Jakarta 14 September 1979 yang dijuluki The Dragon saat menggelar jumpa pers di SAGA Abepura, Rabu (11/11).

Menurut pria dengan tinggi 169 cm ini, bertinju bukan saja mengandalkan kekuatan untuk memukul, tetapi lebih dari itu, seorang petinju wajib memiliki mental, semangat skill dan strategi dalam bertanding. Karenanya salah jika berpendapat bahwa petinju hanya mengandalkan sebuah pukulan telak sekaligus double cover yang baik.
"Saya melihat potensi tinju di Papua sudah terbentuk, tinggal bagaimana pemain terus berlatih serta mendapat dukungan dari pemerintah setempat untuk memperbanyak ajang tinju tingkat lokal," beber petinju dengan rekor bertanding 44 kali main, 42 menang dan 2 draw ini.

Selain itu, lanjut anak asuh Craig Christian ini, seorang petinju harus konsisten dan memiliki komitmen yang kuat untuk bisa menekuni apa yang digelutinya. Menjaga kondisi tubuh dan menjauhi diri dari hal-hal yang merugikan profesinya. "Dan yang terpenting jangan putus asa," ujar atlit yang memiliki nama lengkap Yohannes Christian John itu.
"Pemerintah daerah juga harus memperhatikan potensi tersebut. Untuk tingkat amatir memang di tingkat nasional banyak, namun untuk tingkat professional ini yang masih jarang. Nah bagaimana daerah juga ikut berperan mendorong itu," sarannya.

Sementara Manager Marketing Kuku Bima Ener-G, Lanny menyampaikan bahwa pihaknya menyediakan satu sasana tinju yang dinamakan Kuku Bima Boxing Camp di Jl. dr. Cipto Semarang yang bisa menampung atlit tinju dari daerah mana saja termasuk Papua. "Jadi jika ada atlit tinju yang ingin mengembangkan bakatnya bisa bergabung ke sasana kami dan bisa menghubungi kantor cabang Kuku Bima di Jayapura," sarannya.
Chris John yang datang bersama Shanty dan Doni Kesuma guna melakukan shooting Kuku Bima Ener-G mengagumi keindahan alam Papua.

Apalagi dengan ketelatenan mama-mama asal pegunungan Papua, ketiga icon Kuku Bima Ener-G berulang kali menganggap itulah satu hal yang patut dibanggakan. "Selama kami berkeliling di Distrik Kurulu, kami melihat ada mama-mama yang dalam kondisi hamil tetap bekerja membawa tas besar (noken) yang dikaitkan di kepala sambil membawa kayu bakar atau hasil bumi dan ini membuat kami kagum," aku Chris yang diiyakan Doni dan Shanty. Ketiganya juga sepakat bahwa lagu dan tarian Sajojo yang dimiliki Papua patut dilestarikan agar tidak dicaplok negara luar seperti beberapa budaya milik Indonesia yang diklaim milik negara tetangga. [ade/fud/Cepos]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!