»»

...

DNPP Papua Hasilkan 11 Rekomendasi Penting

Jayapura - Dialog Nasional Pemuda Papua (DNPP) yang telah berlangsung selama enam hari 29 November - 4 Desember 2009 menghasilkan 11 rekomendasi penting.
Sebelas rekomendasi tersebut adalah, Ekonomi, Sosial budaya, Politik dan idiologi, Pendidikan dan HIV/AIDS, Kesehatan, Sumber Daya Alam dan lingkungan, infrastruktur, Hukum dan Ham, Otonomi khusus, Pemerintahan dan Pariwisata.

"Ini adalah sebelas isu yang msing-masing ada landasan-landasan hukumnya serta telah diterjemahkan sesuai permasalahannya, solusinya serta targetnya apa," kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua, M. Rifai Darus, SH, di Jayapura, Jumat.

Ketika ditanya soal rekomendasi yang dinilai paling krusial, Rifai mengatakan yang paling krusial mengenai infrastruktur, Pendidikan dan Kesehatan.
"Jika dilihat dengan semakin berkembangnya kasus HIV/AIDS di Papua, KNPI meminta datanya dibuka secara transparan," katanya.

Sedangkan mengenai infrastruktur, pihaknya meminta percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Pegunungan Tengah, Papua yang merupakan daerah yang masih terisolir.
Menanggapi permasalahan tersebut, KNPI minta pemerintah dan dewan memperhatikan masalah tersebut secara khusus.

Lebih lanjut Rifai Darus mengatakan mengenai masalah Hukum dan Ham, pihaknya minta kepada Polda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua untuk segera membongkar kasus-kasus korupsi di Papua.
"Karena dengan adanya korupsi sangat jelas menghambat kita sebagai generasi muda untuk mempercepat aspirasi anak muda untuk mengawal pembangunan kedepan," tegasnya.

Semua hasil rekomendasi akan diserahkan ke DPRP, Majelis Rakyat Papua (MRP), Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat dan semuanya itu akan dikawal terus.
"Penyerahannya akan kami pisahkan mana yang untuk pemerintah provinsi, DPRP, MRP dan Pemerintah Pusat," katanya.

Mengenai proses pengawalan, KNPI akan melakukan pengawasan secara internal dan eksternal. Secara internal KNPI akan menggunakan para generasi muda yang duduk di bangku legislatif dan eksternal serta duduk di berbagai organisasi kepemudaan.

Dialog bertema "Menjaring Isu, Merumuskan Visi dan Mempertegas Misi Pemuda Papua, Menyatukan Konsep Menuju Papua yang Bermartabat" ini telah diikuti lebih dari seribu peserta yang terdiri atas para pemuda Papua serta diharapkan dapat menjadi agenda tetap.
Dialog tersebut telah resmi ditutup oleh Asisten II Setda Provinsi Papua, Elly Loupatty, pada Jumat (4/12). [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!