»»

...

Saham PT Freeport Indonesia Diminati Pemprov Papua

Jakarta - PT Freeport Indonesia berencana melepas sebagian saham yang dimilikinya. Saham yang akan dilepas itu sudah diminati Pemerintah Provinsi Papua.

”Saat ini Pemprov Papua dan pihak FI sedang bernegosiasi,” kata Juru Bicara PT Freeport Indonesia Mindo Pangaribuan di sela-sela Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR, Rabu (2/12) malam di Jakarta.

Namun, ia enggan menjelaskan berapa persentase saham yang akan dilepas ke pemda setempat. Pihak FI menginginkan saham dijual sesuai harga pasar. Saham yang akan dilepas adalah saham FI yang sebelumnya dimiliki PT Indocopper Investama sebesar 9,36 persen dan telah dibeli kembali oleh pihak FI.

Dalam rapat itu, Komisi VII DPR mendesak agar audit lingkungan dan teknologi terhadap operasional PT FI segera dilaksanakan oleh tim independen. ”Persoalan pencemaran lingkungan di PT FI harus segera diselesaikan, termasuk pengelolaan pasir sisa tambang atau tailing,” kata anggota Komisi VII DPR, Satya W Yudha.

Kinerja
Presiden Direktur PT FI Armando Mahler menjelaskan, laba bersih PT FI tahun 2009 diperkirakan 2,33 miliar dollar AS (setara Rp 22,1 triliun). Naik 149 persen dari laba tahun 2008. Hal ini karena peningkatan produksi dan naiknya harga tembaga dan emas pertengahan tahun 2009.

Untuk tahun 2010, PT FI akan memproses bijih di pabrik pengolahan rata-rata 235.000 ton per hari. Bijih yang diproses itu diproduksi dari tambang terbuka Grasberg 155.000 ton per hari dan dari tambang bawah tanah 80.000 ton per hari. Adapun logam tembaga yang dihasilkan diperkirakan 1,4 miliar pon atau setara 635.000 ton. Emas yang dihasilkan 1,9 juta troy ounces atau setara 60,4 ton.

Total investasi PT FI tahun 2009 diperkirakan 292 juta dollar AS. Cadangan tambang terbuka Grasberg habis tahun 2016, tetapi akan diteruskan dengan metode penambangan bawah tanah sampai tahun 2041. [EVY/KOMPAS Cetak]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!