»»

...

Sebelas Miliar Bangun Pasar dan Terminal Mubazir

Biak - Fraksi Barisan Kebangkitan Republik Nasionalis (FBKRN) di DPRD kabupaten Biak Numfor, kembali menanyakan pemerintah daerah terkait kondisi pasar dan terminal Darfuar yang selesai dibangun dan diresmikan sejak 2008, namun hingga kini belum dapat beroperasi.

Ketua FBKRN, Gotlief JW Kawer, S.Hut mengatakan sempat dalam sidang APBD 2010 lalu telah dipertanyakan hal tersebut langsung kepada pemerintah daerah dan sekaligus memaparkan kondisi fisik dalam bentuk rekaman video tentang pasar dan terminal Darfuar yang kondisinya bagaikan rumah hantu. Dan saat itu dijawab oleh pemerintah daerah bahwa kendala belum dioperasikan bangunan yang menghabiskan miliaran rupiah di Darfuar itu yaitu belum terpasangnya instalasi listrik dan air.

“Alasan mereka belum adanya instalasi listrik dan air yang masuk, sehingga pasar dan terminal yang telah selesai dibangun dan diresmikan sejak dua tahun lalu itu belum dapat beroperasi“, kata Gotlief JW Kawer kepada Bintang Papua di Biak, Kamis (11/3).

Menurutnya kondisi ini jika dibiyarkan berlarut-larut maka jelas sangat mubazir yaitu fasilitas bangunan yang awalnya untuk membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, ternyata tidak sesuai harapannya.
“Ini jangan dibiarkan terlalu lama, sehingga dari fraksi kami terus menanyakan perihal kapan pasar dan terminal itu dapat dioperasikan untuk masyarakat“, tegasnya.

Lanjut kata Kawer, pihaknya sangat prihatin karena kondisi fisik yaitu sejumlah los pasar dan beberapa deret kios serta terminal sudah tidak terurus, ditumbuhi rumput bahkan beberapa fasilitas kios telah dijarah orang.
Selain fraksi tersebut yang getol menanyakan perihal pasar dan terminal Darfuar, juga sebagai masukan kepada pemerintah daearah agar sejalan dengan dimulainya pengoperasian perlua adanya revisi penataan tata kota secara umum. Sehingga wilayah Darfuar kedepannya bisa dijadikan wilayah industri dan perdagangan.

“Seperti beberapa daerah yang dekat ke Darfuar yaitu Maryendi, Sorido dan sekitarnya kedepan bisa dijadikan wilayah sentra industri dan perdagangan didaerah ini, sehingga diharapkan ada revisi tata kota secara umum“, jelasnya. [Bintang Papua]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!