»»

...

Umbi Semut Papua Banyak Dikonsumsi Warga Garut

Garut - Umbi sarang semut (Mymecodia Jack), yang selama ini tumbuh subur di belantara hutan pulau Papua, kini semakin banyak dikonsumsi warga Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Karena ramuan tradisional asal bumi Cenderawasih itu, merupakan vegetasi epifit sarang semut yang banyak menempel pada pohon rimba besar, batang bagian bawahnya menggelembung berisi rongga membentuk parit labirin sebagai tempat bersarangnya spesies semut tertentu, ungkap pengrajinnya di Garut, Salman (35), Rabu.

Bisa berkhasiat karena secara alami terjadi reaksi kimia senyawa, yang dikeluarkan semut, dengan zat yang terkandung dalam jenis umbi sekujur kulit luarnya dipenuhi duri tajam nyaris menyerupai buah durian, katanya.

Sedangkan kandungan yang dimilikinya, terdiri senyawa aktif antioksidan (tokoferol dan fenolik) juga kaya kandungan mineral penting, diantaranya kalsium (Ca), Natrium (Na), kalium (K), seng (Zn), besi (Fe), fospor (P) serta magnesium (Mg), sebagaimana hasil uji laboratorium selama ini.

Selain itu mengandung Flavonoid, yang berguna sebagai antioksidan sehingga dinilai baik untuk mencegah dan membantu mengobati penyakit kanker, melindungi struktur sel, meningkatkan efektivitas vitamin C, antiinflamasi serta antibiotik.

Kandungan tanin, merupakan astrigen yang mengikat dan mengendapkan protein berlebih di dalam tubuh, pada dunia pengobatan "tanin" digunakan mengobati diare, menghentikan pendarahan serta wasir.

Karena itu, berkhasiat mencegah dan membantu mengobati berbagai jenis penyakit antara lain kanker dan tumor termasuk kanker otak dan payudara, lever, paru-paru, rahim, usus, kulit prostat, kanker darah (leukemia), gangguan jantung koroner, lupus dan sinustis, stroke, asam urat, meningkatkan produksi ASI serta meningkatkan vitalitas.

Cara mengonsumsinya, setiap dua genggam umbi sarang semut yang telah diiris dan dikeringkan ini, direbus bersama 3 liter air hingga mendidih, kemudian 3 gelas sisa airnya didinginkan untuk diminum 3x1 sehari, dan bagi anak-anak setengah dosis dewasa, namun diingatkan ibu yang sedang hamil dilarang keras mengonsumsinya.

Salman juga mengaku mendatangkan sendiri bahan baku umbi semut tersebut langsung dari Papua, kemudian dia menjualnya berbentuk irisan kering pada dua kemasan plastik, masing-masing sebungkus untuk dikonsumsi selama seminggu seharga Rp50 ribu, dan untuk dikonsumsi selama dua minggu dengan harga Rp100 ribu.

Pada bazzar olahan pangan lokal memperingati hari jadi ke-198 Garut di halaman kantor Badan Ketahanan Pangan setempat itu, Salman yang beralamat di Kampung Pamagersari, Tarogong Kidul, Garut, juga memperagakan pengolahan umbi semut hingga khasiat airnya bisa langsung dicoba dikonsumsi oleh para pengunjung. [Antara/FINROLL News]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!