»»

Hasil Perhitungan Suara Pilkada Biak Numfor Putaran Kedua : »» No urut 1: Yesaya Sombuk-Thomas Ondy [31.112 suara] ««»» No urut 2: Yotam Wakum-Mahanusu [24.779 suara] ««o»» [ Suara Sah: 55.891 || Update: 11/12, 15:25wit || KPU Biak Numfor ]

Hubungan dengan Kesultanan Tidore dan Ternate

( Sebelum sobat membaca kisah ini lebih dahulu sobat membaca "Sebaran dan Daerah Pakai Bahasa Biak", sebagai keterangan dan sekilas sejarah. Jika sudah, silahkan lanjut..!!! )

Hubungan yang telah terjalin dalam persekutuan Kurabesi dengan Tidore, Jailolo, dan Ternate walaupun sudah lama, tetapi perjalanan orang Biak tidak selesai. Seperti telah dikatakan diatas bahwa hubungan berbagai sektor sudah lama berlangsung dan sudah berkurang sasaran utama untuk mendapat gelar dan harta kekayaan, tetapi hubungan kekeluargaan dan sosial kemasyarakatan masih tetap berlangsung hingga saat ini.

Setelah keempat peristiwa penting diatas, orang Biak mempunyai hubungan yang sangat erat dengan penduduk pantai utara Tanah Papua dan pulau-pulau sekitarnya mulai dari Numbay dan pulau-pulau Kumamba sampai Ternate-Tidore, bahkan Sulawesi Utara. Mereka berlayar dari pulau ke pulau dan dari daerah ke daerah. Didalam perjalanan itu kadang-kadang perahu mereka rusak, entah ditempat tujuan atau di tempat-tempat persinggahan, maka mereka biasanya menetap disana. Mereka menetap tidak tentu batas waktunya, ada yang hanya beberapa tahun, tetapi ada pula yang tinggal terus hingga saat ini.

Mata Pencaharian
Tidak kurang pula orang-orang berlayar mencari nafkah di daerah-daerah lain. Orang-orang Biak pun sejak dahulu sering berlayar mencari ikan dan berkebun ditempat-tempat dan pulau-pulau sekitarnya. Karena disebelah timur dan selatan banyak pulau, yakni Yapen, Waropen, Kumamba, sampai kedaratan besar, maka mereka cenderung selalu kesana. Banyak diantara mereka memilih menetap disana hingga sekarang.

Orang-orang Biak yang menetap didaerah baru itu selalu berkebun dan mencari ikan. Sebagian menetap dan membentuk perkampungan sendiri atau bersama-sama dengan masyarakat lain. Walaupun begitu, identitas mereka tetap terpelihara misalnya dengan pemakaian bahasa Biak dalam kehidupan sehari-hari. Kadang-kadang nama tempat tinggal mereka dipakai nama daerah asal, seperti Kampung Biak diberbagai kota dan kampung di pantai utara Tanah Papua ini. Itu pula sebagai salah satu penyebab luasnya sebaran dan pemakaian bahasa Biak hingga sekarang.
>>Sumber: TATA BAHASA BIAK / oleh Christ Fautngil, Frans Rumbrawer,-- Jakarta : Yayasan Servas Mario, 2002

Berikan Nilai:

1 komentar: