»»

...

Total Ekspor Papua 400,24 Juta Dolar AS

Total ekspor Papua pada Agustus 2010 senilai 400,24 juta dolar AS atau naik 7,30 persen dibandingkan total ekspor bulan sebelumnya yang hanya 373,01 juta dolar AS.

“Kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya nilai ekspor Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) sebesar 4,65 persen,”kata Kepala BPS Papua, Djarot Sutanto di Jayapura Selasa.

Pada Agustus 2010 tercatat adanya ekspor migas senilai 0,12 juta dolar atau sebesar 0,03 persen dari total ekspor Agustus 2009.

Ekspor tersebut berupa bensin premium tanpa timbal, minyak pelumas, dan pelumas/gemuk yang diekspor ke Papua Nugini (PNG) melalui Bandara Sentani.

Ekspor ke PNG dilakukan langsung oleh Pertamina Jayapura, sedangkan untuk pelumas/gemuk oleh agen Pertamina.

“Semua ini legal karena sudah melalui surat pemberitahuan ekspor barang dan kegiatan tersebut tidak akan mengurangi jatah untuk wilayah Papua, Maluku da daerah lainnya,” katanya.
Pada kumulatif Januari-Agustus 2010, ujar Djarot, total ekspor Papua naik 23,51 persen dibandingkan nilainya Januari-Agustus 2009, yakni dari 2.450,26 juta dolar menjadi 3.026,37 juta dolar.

Naiknya total ekspor Papua didorong oleh kenaikan volume dan harga ekspor HS26 akibat meningkatnya permintaan ekspor terhadap komoditi tersebut.

“Meskipun volume ekspor Bijih Tembaga dan Konsentrat (HS26) pada Agustus 2010 turun 3,76 persen dibandingkan nilainya pada Juli 2010, namun karena harga ekspornya naik hingga 8,74 persen maka nilai ekspor komoditi tersebut pun terdorong naik sebesar 4,65 persen, yaitu 372,95 juta US$ menjadi 390,29 juta US$,” ujarnya.

Pada golongan lainnya, nilai ekspor golongan Lemak Nabati atau Hewani (HS15) merupakan yang tertinggi senilai 9,194 juta dolar terdiri atas minyak kelapa sawit mentah senilai 9,192 juta dolar dan minyak kelapa sawit yang telah dimurnikan dan dijernihkan senilai 0,002 juta dolar.

Pada Agustus 2010 tidak tercatat adanya ekspor ke Philipina dan Korea Selatan. Nilai ekspor ke negara tujuan utama lainnya pada Agustus 2010 adalah sebesar 333,78 juta dolar atau turun lima persen dibandingkan nilai Juli 2010.

Penurunan tersebut selain disebabkan oleh absennya ekspor ke Philipina dan Korea Selatan, tetapi juga oleh turunnya ekspor ke Jepang dan India.

Sedangkan ekspor ke negara lainnya justru naik signifikan dari 21,65 juta dolar pada Juli 2010 menjadi 66,34 juta dolar pada Agustus 2010.

Kenaikan tersebut disebabkan oleh adanya ekspor HS26 ke Singapura padahal pada bulan-bulan sebelumnya ekspor ke Singapura hanya berupa golongan Ikan dan Hewan Air Lainnya (HS03) serta adanya ekspor minyak kelapa sawit mentah ke Malaysia senilai 9,19 juta dolar. [AntaraNews]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!