»»

...

Warga Arfak Buka Blokir Jalan di Manokwari

Ratusan warga asli Manokwari, Arfak, menghentikan aksi blokir jalan setelah negosiasi alot dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat, Rabu 16 Februari 2011. Sebelumnya, aksi pemalangan jalan dilakukan karena pendemo tidak diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Pemerintah Provinsi Papua Barat akhirnya mengabulkan tuntutan massa dengan mengkomodir 15 orang asli Arfak untuk diterima sebagai PNS. Negoisasi ini berlangsung cukup lama.
Awalnya, warga tidak menerima penjelasan Pemprov Papua Barat yang diwakili asisten III Gubernur dan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Yustus Maidodga. Pendemo minta pemerintah lakukan tes ulang penerimaan CPNS.

Perwakilan warga yakni Agus Wonggor, Zakeus Tibiay, Semi Ullo, Pilipus Wosiri baru sepakat membuka palang, setelahYustus Maidodga berjanji mengkomodir 15 orang untuk diterima sebagai PNS di lingkungan Pemprov Papua Barat.

Palang berupa pohon yang ditumbangkan di lima titik jalan menuju Manokwari kemudian dibersihkan warga sekitar pukul 15.30 WIT. Aktivitas warga kemudian pulih kembali. Antrean panjang kendaraan yang sempat mengular baik dari maupun menuju Manokwari, kembali lancar.
Kapolsek Warmare Iptu Christian membenarkan hasil negosiasi tersebut. "Saat ini arus lalu lintas sudah kembali normal seperti sedia kala," tandasnya. [Banjir AmbaritaVIVAnews]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!