»»

...

Bermain Terbuka, Persipura Digasak Chonburi 4-1


Jayapura - Mantan pemain timnas Indonesia, Rully Rudolf Nere, mengatakan, kekalahan Persipura Jayapura atas Chonburi FC pada lanjutan Piala AFC grup H di Stadion Chonburi, Selasa malam, 26 April 2011, disebabkan gaya permainan Mutiara Hitam yang sangat terbuka.

“Ini sebuah kekalahan besar, tapi harus dimaklumi karena ada beberapa pemain pilar Persipura yang cedera,” kata Rully Nere, Selasa malam.

Menurutnya, faktor kelelahan juga menjadi biang kekalahan tim Papua itu. Jika saja ada sedikit waktu yang didapat Persipura untuk melakukan pemulihan lebih panjang, tentu hasilnya akan berbalik. “Kelelahan menjadi faktor berikut. Tapi sejujurnya penampilan Persipura dalam laga ini sangat jauh beda dengan performa mereka terdahulu,” ujarnya.

Ia juga menyesali lemahnya koordinasi lini belakang Mutiara Hitam yang dikawal Viktor Iqbonefo, Bio Pauline, dan Ortisan Salossa. “Kalau ada Hamka Hamzah, pasti bisa jauh lebih baik.”

Legendaris sepak bola Indonesia itu menambahkan, lapangan tengah Persipura juga mengalami masalah serius. Gerald Pangkaly harus bermain ekstra untuk menghadang gempuran lawan. “Sebenarnya ada David Laly juga Zah Rahan yang bermain bagus, tapi rapatnya barisan tengah Chonburi membuat setiap umpan selalu gagal.”

Sejak babak pertama dimulai, Chonburi FC secara perlahan sudah terlihat menekan jantung pertahanan Persipura. Bio Pauline yang seharusnya menjaga daerahnya, bahkan kerap terlihat di depan membantu penyerangan. Sayang, usaha Persipura harus kandas setelah Suree Sukha di menit ke-16, yang berdiri bebas bisa memanfaatkan umpan Jetsadakorn Hemdaeng, dan dengan sekali sundulan, gawang Yoo Jae Hoon pun bobol. Chonburi unggul 1-0

Di menit ke-36 Chonburi menggandakan keunggulan lewat gol kaki Pipob On-mo yang menyambar umpan silang Arthit Sunthornphit. Victor Igbonefo hanya berdiri diam melihat Hoon harus memungut bola kembali dari gawangnya.

Dalam keadaan tertekan, Persipura makin kesulitan untuk mengembangkan permainan. Hasilnya, penampilan buruk mereka berbuah tendangan penalti setelah Titus Bonai melanggar Anucha Kitpongsri di kotak terlarang. Therdsak Chaiman yang diberi tugas mengeksekusi berhasil melaksanakannya dengan baik di menit ke-41.

Di babak kedua, Persipura terus saja digempur. Sesekali Mutiara Hitam memanfaatkan serangan balik cepat, namun usaha itu selalu gagal. Chonburi FC yang bermain rapi dan terorganisasi, akhirnya kembali memperbesar keunggulannya pada menit ke-73 melalui Pipob.

Gol penghibur Persipura dicetak Bio Paulin lewat tandukannya di menit 78. Hingga pertandingan usai, skor 4-1 tidak berubah. Kekalahan ini membuat Persipura turun ke posisi dua klasemen dengan nilai tujuh. [Jerry Omona/TEMPO Interaktif]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!