»»

...

Panen Perdana Padi Sawah di Kampung Rimba Jaya

Biak - Para petani yang tergabung dalam kelompok tani Yumbo di Kampung Rimba Jaya, Distrik Biak Timur, Kabupaten Biak Numfor, Rabu (20/4), telah melakukan panen perdana tanaman padi sawah. Areal lahan sawah yang hasil padinya dipanen, ada sekitar 30 areal atau seperempat hektar.

Panen perdana itu, ditandai dengan pemotongan padi oleh Kepala Dinas Peternakan dan Pertanian Tanaman Pangan (DPPTP) setempat, Absalom Rumkorem,S.Pt,MM yang didampingi Kepala Distrik Biak Timur, Agus Filma, Direktur PT Omega Tekno, I Wayan Bangsing, Ketua Kelompok Tani Yumbo, Yulianus Rumaropen dan puluhan warga Kampung Rimba Jaya.

Kepala DPPTP setempat, Abasalom Rumkorem mengatakan, secara nasional padi merupakan tanaman strategis yang sedang digalakkan diseluruh Indonesia. Sedangkan untuk di Papua, terutama di wilayah selatan Papua seperti di Merauke dan di Manokwari Papua Barat, budidaya tersebut sudah mulai dikembangkan. Dan secara khusus di Biak, kalau dilihat dari struktur tanah dan vegetasinya, mungkin secara awam orang akan menilai bahwa tidak mungkin tanaman padi akan tumbuh di daerah ini. Tetapi sebagai catatan, bahwa pada 1984, pernah diuji coba padi ladang dan hasilnya cukup memberikan produksi yang optimal.

Kemudian pada 2010 lalu, pernah juga dilakukan panen perdana padi sawah oleh kelompok tani Usior, dan saat ini kelompok tani Yumbo juga mampu lakukan hal yang sama yaitu panen perdana padi sawah jenis varitas IR 64. Dan hal ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Daerah.

“Ini merupakan langkah awal, dan disadari tentu untuk perluasan areal masih minim. Namun sangat menentukan untuk pengembangan budi daya padi sawah kedepannya, dan jenis IR 64 adalah varitas unggul serta punya produksi yang cukup baik. Sehingga langkah awal ini perlu pengamatan khusus ,” kata Absalom Rumkorem kepada Bintang Papua di lokasi panen perdana Kampung Rimba Jaya, Rabu (20/4).
Lanjut kata Rumkorem, walaupun selama ini kelompok tani di Kampung Rimba Jaya mendapatkan pendampingan dan penelitian dari PT Omega Tekno, yang merupakan perusahaan asal Jepang dan bergerak dibidang pengembangan pertanian tanaman pangan. Namun pendampingan yang dilakukan itu sifatnya sementara, sehingga untuk kelanjutannya dibutuhkan dukungan Pemerintah Daerah.

“Kita harapkan kedepan dukungan Pemerintah Daerah, dalam memberikan sarana dan prasarana penunjang, terutama pupuk, alat-alat pertanian kecil ataupun yang besar serta tenaga penyuluh dan kelompok tani harus dibekali dengan pengetahuan budi daya tanaman padi ini,” ujarnya.
Sebab, kata dia, para petani di Biak untuk bertani padi perlu mendapat pelatihan karena hal itu adalah sesuatu yang baru. “Petani disini perlu dilatih dan dibimbing, jadi kedepan sangat diperlukan dukungan Pemerintah Daerah,” ujarnya.

Direktur PT Omega Tekno perwakilan Biak, I Wayan Bangsing mengatakan, dengan adanya panen perdana ini merupakan tahap awal dan masih dalam proses penelitian. “Walaupun hasilnya masih sedikit, namun tidak menurunkan pressure atau semangat kita, dan kita ingin hasilnya lebih banyak lagi. Namun kami akui ada sedikit kendala seperti masalah air dan zat yang terkandung pada tanah, namun untuk kedepannya kami siap membantu lebih lanjut,” ungkapnya.

Sementara Ketua Kelompok Tani Yumbo, Yulianus Rumaropen mengatakan, padi yang telah dipanen tersebut merupakan hasil karya dari lima Kelompok Tani yang berada di distrik Biak Timur ini, yang telah bekerja sama dengan PT Omega Tekno sebagai mitra pendamping.
Sehingga untuk pengembangan kedepan, pihaknya mengharapkan adanya dukungan Pemerintah Daerah guna memperluas dan meningkatkan swasembada beras lokal asal Kampung Rimba Jaya. “Kami mengharapkan dukungan pemerintah daerah, berupa pelatihan, selain itu pengadaan pupuk, bibit, hingga beberapa sarana atau peralatan untuk menggarap lahan,” harapnya. [pin/aj-BinPa]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!