»»

...

Raperda Miras Ditolak, Sekitar Rp 12,5 Miliar Hilang

Biak - Penolakan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Minuman Keras (Miras) oleh DPRD Kabupaten Biak Numfor, nampaknya menimbulkan kerugian besar.

Bagaimana tidak, hingga saat ini kontribusi retribusi dan pajak dari Miras adalah yang paling besar jika dibandingkan dengan sumber-sumber lainnya.
Bahkan dipastikan jika Raperda Miras tidak disahkan bersama 18 Raperda lainnya dalam sidang non APBD, maka sumbangannya terhadap PAD sekitar Rp 12,5 miliar hilang.

“Hingga saat ini pajak dan retribusi Miras merupakan sumber terbesar dalam memberikan sumbangan terhadap PAD, dimana tahun 2011 ditargetkan sebesar Rp 21 miliar. Dari jumlah sebesar itu, Miras yang memiliki kontribusi paling besar, namun kalau Raperdanya tidak disahkan maka tentu saja harapan untuk meningkatkan PAD ke depan akan terkendala,”kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kabupaten Biak Numfor Drs Andareas Msen kepada Cenderawasih Pos.

Pengusulan ulang Raperda Miras itu sendiri terkait dengan pencabutan atau pembatalan Perda Miras oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tahun 2009 lalu karena dinilai terjadi tumpang tindih. Namun pihak Pemerintah Biak Numfor menilai bahwa penarikan retribusi yang dilakukan adalah tidak terlepas dari bagaimana pengendalian di tingkat kabupaten.
Pada Tahun 2010 ketika label pengendalian Miras untuk golongan seperti bir besarnya Rp 1000 per kaleng, sementara untuk tahun ini Rp 2.500. Artinya, dari sisi labeling Miras I sebagai bentuk pengendalian ini saja sudah mengalami kenaikan Rp 1500 atau kalau diprosentasekan naik 150 %.

Sementara pada Tahun 2010 lalu, target PAD dari Miras hanya Rp 5 miliar, dan kalau dihitung-hitung dengan kenaikan tersebut di atas maka tahun 2011 ini tidak kurang dari Rp. 12,5 miliar. Bahkan jumlah itu masih jauh lebih besar karena ada poin-poin dalam Raperda Miras tersebut yang mengatur soal pajak dan retribusi.
“Yang pasti bahwa hingga saat ini retribusi pengendalian Miras menempati peringkat pertama dalam memberikan konstribusi PAD, dan tentunya ke depan jumlahnya terus akan meningkat,”pungkasnya. [ito/tho-Cepos.com]

Berikan Nilai:

0 komentar:

Posting Komentar

Berikan komentar anda mengenai posting ini..!!